Manusia adalah makhluk eksis yang
sesungguhnya mati, tanpa adanya jiwa-jiwa bebas yang mengisinya. Aku sering
mengalami perjalanan imajinasi yang kebanyakan orang bilang kegiatan ini
disebut dengan 'melamun'. Namun Aku bilang ini perjalanan imajinasi
spiritualku. Sejak kecil Aku menyadari kemampuan berfikirku yang terlalu
imajinatif dan kadang menjadi sangat autis akan lingkungan sekitar (baca:
Unsociable). Pernahkah terbayang bahwa diri kita di waktu ini berbeda dengan
diri kita di 1 jam yang lalu maupun diri kita 1 jam yang akan datang? Aku
menyebutnya kegiatan berbicara dengan jiwa kita sendiri yang dibedakan oleh
waktu yang bersifat imaterial. waktu itu imaterial, tubuh ini material,
sedangkan jiwa kita juga imaterial, apakah anda mengerti maksudku?
Pernahkah anda mengalami kejadian ini:
saat ini anda sedang bertekad bulat akan menyapu lantai rumah, namun 1 jam
kemudian diri anda masih belum beranjak juga dari sofa kesayangan anda.
kejadian ini kusebut dengan mengkhianati diri kita di waktu lampau. diri kita 1
jam yang lalu akan kecewa dengan diri kita yang sekarang, di mana keputusan
kita di waktu 1 jam yang lalu tak kita jalankan di waktu yang sekarang.
Imajinasikan anda berbincang dengan diri anda sendiri 1 jam yang lalu dalam
imajinasi anda, dia pasti akan sangat kesal dengan diri anda sekarang yang tak
menjalankan keputusan anda pada 1 jam yang lalu.
Ah… Mungkin ini sedikit membingungkan,
tapi sesungguhnya ini adalah hal yang menyenangkan dan juga penting. Kehidupan
material ini terlalu banyak dibatasi oleh aturan-aturan kaku yang tak
berkejiwaan. Namun jiwa kita, ide kita, imajinasi kita ini mampu melebihi
aturan kehidupan eksis yang serba material itu. Melalui imajinasi, kita mampu
membelah diri menjadi sebanyak apapun yang kita mau, kita bisa mengimajinasikan
bahwa api itu dingin dan es itu panas, kenapa tidak? Dalam imajinasi, kita
sendirilah sang Tuhan dalam pikiran.
Lantas apa keuntungannya berimajinasi
ini? wahai saudara-saudaraku, kita sekarang ini hidup dalam perang meta fisika,
di mana hidup penuh dengan konspirasi. Antar manusia saling mempengaruhi dan
mengintimidasi. Tubuh material kitalah korbannya. Kita menjadi manusia yang
haus akan kekayaan, wanita dan kekuasaan dan pada akhirnya saling melibas
manusia yang lain. Namun ada hal-hal yang tak mampu mereka pengaruhi. Pikiran
kita. Maka bebaskanlah jiwa-jiwamu tanpa dipengaruhi oleh segala informasi
dunia yang telah di politisi oleh pihak-pihak yang berencana menguasai dunia
melalui mempengaruhi pikiran manusia.
Sesungguhnya pikiran dan jiwa ini
bebas dan hanya satu yang berhak memilikinya, yaitu Sang pencipta, bukan makhluk
eksis yang tak abadi. Manusia.
harrr!!! :D , aku juga sering ngelamun !
BalasHapusYeaahhh ngelamun yg positif donk diusahakan :p
BalasHapus