Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Economic

RAMBANG(NOMICS) - Investasi

Bapak ekonomi kita, Adam Smith pernah pada salah satu hipotesisnya direvisi oleh mahasiswa pasca sarjana di Princeton pada tahun 1949, John Nash, “Keberhasilan suatu kelompok ditentukan oleh tiap individu dalam kelompok melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri dan kelompoknya.” Kelas yang aku ajar, yakni kelas 4 dan 5, merupakan tim kecil yang berisikan 18 calon pemimpin bangsa di masa depan. Aku berusaha tidak melewatkan satupun muridku yang tertinggal (tentu saja 18 murid sangat mudah terlihat di kelas dibandingkan 50 murid per kelas pada jamanku SD) dari pelajaran, baik ilmu kognitif, sikap maupun ilmu tentang kehidupan. Aku hanya berusaha mengajarkan apa yang aku tahu dan aku kuasai kepada muridku, sehingga ilmu yang kuberikan dapat lebih diterima. Karena gurunya sendiri paham, maka mengajarkannya pun dapat lebih mudah (bayangkan saja seorang ahli biologi diminta mengajarkan ilmu politik). Salah satu ilmu yang kuajarkan kepada muridku selain koperasi (kecil-kecilan) ...

SEDIKIT SHARING BODONG MENGENAI AUDIT

Apa sih yang menjadi kunci utama dalam urusan efisiensi dan efektivitas dalam audit? Simpel sekali, Jawabannya adalah sampling. Teknik sampling yang efektif. Seorang auditor dituntut memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengaudit, tertera dalam standar audit, bagian ‘standar umum’ nomor 1 (satu), memiliki kemampuan di bidang akuntansi minimal telah menamatkan sekolah akuntansi. Dan standar audit nomor 3 (masih dalam bagian ‘standar umum’), seorang auditor wajib menggunakan kemampuan auditnya sebaik mungkin. Permasalahan di dunia audit di Indonesia adalah jumlah perusahaan untuk diaudit jauh lebih banyak daripada jumlah KAP nya. Otomatis, setiap KAP di Indonesia akan memiliki klien untuk diaudit tidak mungkin hanya satu dalam satu periode. Kasus lapangannya, masa akhir tahun adalah periode di mana hampir semua perusahaan yang berdiri di Indonesia membutuhkan jasa audit untuk rilis laporan keuangan. Sedangkan jumlah perusahaan jauh lebih banyak dibandingkan jumlah KAP...

THE ISLAMIC VERSION OF TRICKLE DOWN EFFECT’S THEORY

‘Trickle Down Effect’, adalah sebuah sistem perekonomian peninggalan para kapitalis, yang dianut oleh Indonesia sejak jaman Orde baru hingga saat ini. Sistem ini dianggap sebagai sistem perekonomian yang paling ideal untuk memajukan perekonomian suatu bangsa, karena pola ekonominya yang dianggap dapat menyejahterakan bangsa dari level atas hingga paling bawah. ‘Trickle Down Effect’ ini cukup terkenal dan dipakai oleh hampir semua negara maju di seluruh dunia. Untuk mempermudah memahami sistem ‘Trickle Down Effect’ ini, penulis akan jelaskan dengan sebuah cerita. Ada seorang pendaki gunung. Ketika dia sudah mencapai puncaknya, dia melihat ada 3 pendaki yang sedang bergelantungan di tepi tebing dan akan jatuh, hanya seutas tali mengikat 3 orang tersebut. Mereka cukup lelah untuk memanjat. Sang pendaki yang sudah dipuncak berniat menolong mereka bertiga, dengan menolong orang yang paling atas lebih dahulu. Berharap saat orang pertama sudah tertolong, dia akan membantu mengangka...