11 Februari 2011, Hosni Mubarok resmi dinyatakan turun dari kursi pemerintahan Mesir. Dalam hal ini, Israel cukup mengkhawatirkan dengan turunnya Hosni Mubarok. Hubungan Israel dan Mesir akan melemah. Israel cukup dekat dengan mantan presiden Mesir itu. Israel berharap perjanjian dengannya tetap berjalan. perjanjian tahun 1979. Perjanjian yang ditanda tangani dua belah pihak. 2 tahun sebelum mubarok menjadi presiden. Perjanjian tentang stabilitas wilayah sekitar. Perjanjian seperti apa namun hal tersebut sangat membuat Israel resah melihat Mubarok turun.
Mubarok merupakan sosok pemimpin tiran yang telah membangun hubungan dengan Israel cukup lama. Kedekatan hubungan mereka terlihat saat Mesir memblokade jalur gaza, palestina. Yang jelas memberi untung bagi Israel. Dan rugi bagi palestina. Mubarok memiliki peran penting dalam tindakan agresif Israel memperluas wilayah. Hal inilah yang dipandang kritis oleh warga islam Mesir. Tindakan dari pemimpinnya yang merugikan kaum Islam.
Mubarok bukanlah sosok yang tak demokratis. Negara Mesir pun juga menerapkan sistem demokratis. Beliau dipilih menjadi presiden dengan cara yang sangat demokratis. Namun kebijakannyalah yang kurang tepat. Mubarok melakukan hubungan kuat dengan Israel. Membuat kebijakan yang melemahkan kaum Islam di Negaranya.
Dalam hal ini, seorang pemimpin harus memiliki keyakinan dan keteguhan. Sikap yang dibutuhkan untuk mengayomi Negaranya. Tidak terpengaruh oleh bujuk rayu orang lain. Yang pada ujungnya justru merugikan Negara serta rakyatnya.
Seorang pemimpin mesti memiliki keyakinan dalam dirinya bahwa dirinya akan memberikan kedamaian bagi rakyatnya. Kesejahteraan, dan keharmonisan. Tanpa adanya keyakinan dulu, maka praktiknya akan sangat susah. Pemimpin yang baik tak hanya bagus diucapan saja. Keteguhan hati dalam mengharmoniskan rakyatnya. Dan benar-benar diimplementasikan pada kenyataan.
Hosni Mubarok, telah kehilangan keyakinannya. Saat dia terpengaruh oleh pihak lain. Pihak yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Menjadikan mubarok sebagai alat untuk mewujudkan tujuan pihak lain. Seharusnya keyakinan yang dimiliki Mubarok tidak boleh hilang. Keyakinan akan men-sejahterakan bangsanya. Memakmurkna rakyatnya. Harus dipegang teguh sampai akhir.
Hal ini harusnya menjadi pelajaran bagi Indonesia. Para pemimpinnya. Seorang pemimpin tidak boleh hanya jago bicara dan berjanji saja. Harus ada keyakinan dalam dirinya untuk membawa keharmonisan negaranya. Dari keyakinan itu dilanjut dalam praktik di kenyataannya. Bicara memang mudah. Praktik memang sulit. Tapi dengan keyakinan, praktik dapat bekerja sesuai dengan apa yang diucapkan.
Komentar
Posting Komentar