Beberapa minggu yang lalu, saya
berdiskusi dengan beberapa teman saya yang seorang dosen ekonomi, beliau adalah
orang yang menekuni ekonomi makro. Dari diskusi tersebut kami temukan isu yang
mengatakan resesi ekonomi 2008 belum berakhir, akan ada gelombang berikutnya
yang jauh lebih besar, dan kejadian tersebut dikatakan akan terjadi di tahun
2012. Bila anda pernah mendengar isu kiamat di tahun 2012, maka ini kami sebut
“Kiamat Perekonomian Dunia.”
Sistem keuangan yang sudah bobrok dan
tak pernah diwujudkan solusi konkritnya. Uang itu sendirilah masalahnya.
Pada jaman dahulu, sistem transaksi
kita menggunakan sistem barter, dan alat tukar standarnya adalah emas. Dengan
berjalannya waktu, emas tersebut disimpan dalam gudang dan digantikan dengan
surat sertifikat kepemilikan emas, dengan alasan jauh lebih praktis ketimbang
membawa emas yang berat kemana-mana. Ketika semua orang menyimpan semua emasnya
dan menggantinya dengan surat sertifikat kepemilikan emas, awal mula kebobrokan
sistem dimulai. Jumlah surat kepemilikan dengan jumlah emas yang disimpan sudah
berkembang menjadi tak sama lagi. Jaminan emas sudah diabaikan, yang ada hanya
kepercayaan pada selembar surat dari kertas, yang bertuliskan surat kepemilikan
emas. Dan surat tersebutlah yang kini berbentuk uang kertas yang sering kita
pakai.
Perbankan mencetak uang kertas
melampaui persediaan emas yang disimpan, menandakan bahwa uang kertas yang kita
pegang tersebut benar-benar tak bernilai sama seperti kertas lainnya. Hanya
nilai kepercayaanlah yang melekat pada uang kertas tersebut sehingga kita masih
bisa menggunakannya untuk bertransaksi.
Sekarang coba bayangkan, anda memiliki
satu koper uang senilai satu milyar rupiah, apakah anda dapat bertransaksi di
negara lain seperti di Singapura ataupun di Afrika? Anda harus menukarnya
dahulu dengan jenis uang setempat. Nah misalnya lagi, anda memegang uang Euro,
atau dollar, yang dikata lebih universal. Apakah uang universal tersebut bisa
anda gunakan saat anda tersesat di hutan Amazon dan bertemu dengan orang suku
pedalaman setempat? Bandingkan bila pada saat di Amazon, bukan dollar yang anda
bawa, tapi emas, jauh lebih bernilai yang mana?
Sebenarnya kita telah merugi, hanya
dengan memiliki uangnya saja, bahkan tak pernah anda belanjakan misalnya.
Karena nilai uang kertas yang kita pegang terus tergerus oleh inflasi. Harga
gula pada tahun 2005, dengan uang sepuluh ribu rupiah bisa anda peroleh 2kg,
namun sekarang beli 1kg saja masih kurang genap. Padahal uangnya sama,
tulisannya tertera sama “Sepuluh ribu rupiah”, kenapa nilainya menjadi berbeda.
Itulah yang disebut dengan inflasi. Akan datang suatu masa, di mana uang yang
kita gunakan saat ini tak ada nilainya lagi.
Belajar dari sejarah
Sudah sering diperlihatkan oleh
sejarah, sejarah kelam kehancuran perekonomian dunia: Setiap satu-dua dekade
selalu terjadi krisis. Perang Dunia I, Perang Dunia II, Krisis Black-Gold,
Resesi 1998, Resesi 2008. Tapi kita tak pernah belajar dari masa lalu,
kesalahan yang sama selalu terulang kembali. Kesalahan yang dibiarkan ini akan
terjadi kembali, dan besok akan terjadi resesi besar lagi.
Investasi di Indonesia kini sedang
bagus, tingkat bunga pengembalian hingga mencapai 7-8%. Bandingkan di Amerika
dan Jepang hanya 0,5-1% saja. Namun investor yang mendanai perekonomian
Indonesia mayoritas adalah orang asing. Begitu uang investasi asing ditarik,
maka seperti bangunan setinggi 100 lantai, di mana lantai 1 sampai 80 tiba-tiba
menghilang. Puncak bangunan akan terjun bebas, dan mendarat dengan hancur
berkeping-keping. Dan ini bukan sebuah perandaian, dan resesi besar tersebut
akan benar-benar terjadi.
Inflasi besar-besaranan akan terjadi,
suku bunga perbankan meningkat drastis, pinjaman-pinjaman beragunan akan
membengkak, banyak terjadi kredit macet, dan akan banyak perusahaan yang gulung
tikar atau merger dengan perusahaan lainnya demi menyelamatkan diri.
Solusi
Kekacauan ekonomi yang terjadi ini
akan terus terjadi dan terjadi lagi tiap satu-dua dekade, selama kita masih
menggunakan uang kertas yang kita pakai sehari-hari. Namun solusi mengganti
uang kertas yang kita pakai, dan secara mendadak menggantinya ke sistem lama,
sistem barter dan emas, itu tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan.
Sistem keuangan ini sudah mengakar, dan perlu effort yang luar biasa
besar untuk mebetulkannya. Perlu kecerdasan dalam menghadapi keadaan yang
dilematis ini, di mana kita tetap berada dalam sistem keuangan yang salah,
namun kekayaan anda dapat diselamatkan. Berikut adalah solusi yang bisa anda
aplikasikan.
Amankan kekayaan anda:
1. Milikilah
bisnis bersistem yang memutar uang anda yang dapat memberikan nilai lebih dari
nilai uang anda sebelumnya. Mengapa harus memiliki bisnis bersistem? Uang anda
adalah masalahnya. Anda diamkan saja uang tersebut, maka nilainya akan semakin
turun tergerus oleh inflasi. Putar uang tersebut dan hasilkan laba, menjadikan
uang anda bertambah nilainya. Namun perlu diingat, kecepatan inflasi juga
kadang berakselarasi dengan cepat. Maka akan terjadi pertarungan antara
kecepatan pertambahan nilai uang anda yang berasal dari laba dengan kecepatan
inflasi yang menggerus nilai uang anda. Lebih cepat yang mana, kecepatan laba
anda atau inflasi.
2. Investasi, pilih investasi yang tepat,
bukan reksa dana maupun investasi saham pada perusahaan Tbk, hal itu tidak ada
bedanya dengan memiliki bisnis bersistem. Tapi investasikan kekayaan anda
dengan tanah, properti, dan yang utama adalah emas. Mengapa tanah, properti
atau emas? Makna dari investasi ini bukan untuk memperoleh laba dengan cepat.
Namun makna investasi adalah melindungi dan memberikan keuntungan pada kekayaan
anda untuk jangka yang sangat panjang. Maka investasikan uang (tak berharga)
anda pada suatu barang yang sangat tidak likuid (tidak mudah diuangkan
kembali), semakin tidak likuid suatu barang, semakin jauh dari kerugian atas
uang itu sendiri.
3. Jadilah manusia yang berkualitas, berguna,
miliki skill yang bermanfaat buat orang lain, dan perbaiki moral anda.
Saat bisnis-bersistem anda bergejolak bertarung cepatan mana dengan inflasi,
sedangkan investasi anda sedang melindungi nilai kekayaan anda. Kontribusikan
kemampuan anda untuk hidup maka hidup akan berkontribusi untuk anda. Bila
memang kekayaan anda semakin terancam nilainya, dan uang akan benar-benar tak
bernilai, maka satu-satunya yang bernilai adalah diri anda sendiri. Jadilah
manusia yang dapat berkarya untuk keluarga, masyarakat, dan negara.
4. Extra tips, lakukanlah sedekah. Perbanyak sedekah
dari sebagian kekayaan anda, sebelum kekayaan anda menjadi benar-benar tak
berharga. Anda tidak akan pernah menyangka The power of Gift akan sangat
ampuh berguna untuk masa depan anda.
Hidup memang indah, hidup itu mudah
bila kita tahu ilmunya, jangan pernah berhenti belajar dan waspada, “Keep
your soul and love to the God, and God will save you in every moment”.
Komentar
Posting Komentar