Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Obrolan tentang Pengajar Muda

Pada suatu pagi terjadi percakapan antara si penulis dengan wartawan imajiner: Wartawan Imajiner (WI): Halo kakak, selamat pagi. (Penulis dipanggil kakak demi menjaga kerahasiaan umurnya) Penulis (P): Yaa halo. (dengan muka bantal baru bangun tidur) WI: Sepertinya kakak baru saja begadang ya semalam. Maaf mengganggu, kalau mau bersih-bersih dulu silahkan. P: Baiklah. (Tanpa pikir panjang, penulis langsung masuk kamar mandi. Semenit kemudian keluar dari kamar mandi dalam busana pakaian gaul) WI: Sebagai pengajar muda, kakak cepat sekali mandinya ya? P: Ah biasa saja, kalau di dalam tulisan saya bisa melakukannya lebih cepat lagi. Beda kalau di dunia nyata. (Penulis berusaha melawak namun sepertinya garing) WI: Baiklah, sesuai dengan janji kemarin untuk mewawancarai kakak mengenai perjalanan menjadi Pengajar Muda bisa langsung kita mulai sekarang saja ya. P: Sok. (bahasa sunda dari kata ‘silahkan’) WI: Bisa ceritakan bagaimana awalnya mengetahui tentan...

Bisikan Sang Nurani di Tengah Kebisingan

Ketika mata ini tertutup, terdengar suara gemuruh kawan-kawan yang sedang berteriak. Bernyanyi dan juga ada yang menepuk tangannya. Saya berada di antara kawan-kawan baru. Di tempat baru. Suasana baru. Masih teringat apa yang saya lakukan tepat setahun yang lalu. Berkutat dengan laporan-laporan berupa grafik dan tabel angka. Bertemu orang-orang tua yang keras kepala dan selalu memaksakan kehendaknya. Tak pernah sedikitpun saya merasa ada sesuatu yang harus ditulis. Ketika salah satu sesi di masa pelatihan ini mengharuskan saya untuk menulis tentang perjalanan selama masa pelatihan Indonesia Mengajar. Oya, baiklah. Saya akan berkontemplasi. Yap, kata ini adalah sebuah kata yang menggambarkan apa yang sering saya lakukan. Meditasi, atau perenungan, atau apalah sebutan kata lainnya. Tak penting semua itu. Yang penting saya yakin dengan apa yang saya lakukan ini membawa kedamaian pada jiwa. Bukan pada kebenaran yang diusung oleh manusia kebanyakan. Manusia terlalu banyak ...

Kembali Menulis

Lama tak berjumpa lagi. Bukan niat untuk menghilang. Atau mangkir dari tanggung jawab mengisi blog lagi. Satu tahun kemarin adalah satu tahun yang cukup padat dan menjemukan. Maafkan si penulis yang katanya sok sibuk diakibatkan pekerjaan absurd yang menumpuk selama setahun ke belakang. Si penulis yang katanya berlatar belakang sebagai akuntan, kemarin menghabiskan setahunnya dengan  mengerjakan pekerjaan sesuai profesinya. Hey, dia bukan orang yang sempurna. Dan juga jangan katakan inspirasi tak pernah mendatanginya. Ide aneh dan gila selalu mendatanginya hampir setiap hari selama setahun belakang. Bukan kami ingin berkelit dari kenyataan bahwa setahun ini memang kami absen dari blog ini. Tapi yaaa... gitu deh. Ini semua cuma tentang rasa malas saja. Manusia juga makhluk hidup yang butuh istirahat. Cuma kali ini istirahatnya cukup keterlaluan. Kami menyebutnya hibernasi. Sampah! Baiklah dan cukup sudah menghabiskan dua paragraf di atas dengan alasan-alasan atau pernyataa...