Lama
tak berjumpa lagi. Bukan niat untuk menghilang. Atau mangkir dari tanggung
jawab mengisi blog lagi. Satu tahun kemarin adalah satu tahun yang cukup padat
dan menjemukan. Maafkan si penulis yang katanya sok sibuk diakibatkan pekerjaan
absurd yang menumpuk selama setahun ke belakang. Si penulis yang katanya
berlatar belakang sebagai akuntan, kemarin menghabiskan setahunnya dengan mengerjakan pekerjaan sesuai profesinya.
Hey,
dia bukan orang yang sempurna. Dan juga jangan katakan inspirasi tak pernah
mendatanginya. Ide aneh dan gila selalu mendatanginya hampir setiap hari selama
setahun belakang. Bukan kami ingin berkelit dari kenyataan bahwa setahun ini
memang kami absen dari blog ini. Tapi yaaa... gitu deh. Ini semua cuma tentang
rasa malas saja. Manusia juga makhluk hidup yang butuh istirahat. Cuma kali ini
istirahatnya cukup keterlaluan. Kami menyebutnya hibernasi. Sampah!
Baiklah
dan cukup sudah menghabiskan dua paragraf di atas dengan alasan-alasan atau
pernyataan sepele. Setahun sudah tak mengisi blog ini, penulis mengalami sebuah
metamorfosis. Tapi jangan membayangkan metamorfosis dari sebuah larva menjadi
lalat yang mampu terbang dengan lincah. Ataupun dari sebuah ulat lemah yang
jalannya pelan menjadi seekor kupu-kupu cantik nan gesit. Mungkin anda jauh
lebih pintar dan cerdas daripada si penulis ini. Yap, benar kan kalau kami
bilang ‘mungkin’. Metamorfosis yang dilalui oleh penulis sebenarnya hanyalah perubahan
dari tahap satu ke tahap satu koma nol nol nol satu. Sambal tomat!
Penulis
bertemu dengan banyak orang yang suka menulis selama satu tahun ini. Buku-buku
bacaan penulis juga makin beragam. Sehingga mempengaruhi ide dan pemikiran
penulis serta gaya bahasa yang tertuang di dalam tulisan. Yang terpenting
adalah ejaan dan tanda baca dalam gaya penulisan diharap juga semakin benar.
Bukan semakin baik kami ulang, namun semakin benar.
Baiklah
kalau boleh reka ulang sejenak, apa saja yang telah dilalui oleh penulis
setahun belakang. Kami hanya akan membuka sedikit saja. Hanya dalam bentuk poin-poin.
Bila anda sudah merasa bosan membaca tulisan ini, silahkan klik tanda silang
merah di ujung kanan halaman web ini. Kami yakin pilihan anda tidak pernah
salah, hanya Tuhan yang tahu.
Inilah
pengalaman yang dilalui si penulis dalam setahun ke belakang:
1. Setelah
masa magang di kantor akuntan publik yang sangat menjemukan dan bekerjanya
seperti masa penjajahan tahun sebelum 1945, yaitu kerja ‘Rodi’. Akhirnya si
penulis memutuskan untuk ‘quit’ dari
kantor tersebut.
2. Si
penulis sempat mengalami sebuah pengalaman yang berhubungan dengan hukum, namun
yakin dan tenang saja, penulis adalah bagian netral dalam satu pengalaman ini. sayang
namun sayang, pengalaman ini masih berhubungan dengan dunia finansial. Mengapa
oh mengapa.
3. Penulis
kemudian mendapatkan sebuah tawaran bekerja di perusahaan pertambangan. Ide ini
datang dari seorang sepupu. Awalnya penulis tidak mau. Karena posisi yang
ditawarkan lagi-lagi berbau finansial. Mengapa
oh mengapa (maaf atas pengulangan kata ini). Namun, bayaran yang
ditawarkan sangat menggiurkan. Karena penulis ini punya sifat labil serta
komersil maka pekerjaan itu diambil. Setelah fit and proper test dilalui, penulis mulai bekerja rodi dan siap
menghilang selama setahun. Fin.
Tamat. The end!
Setahun
kemudian.
Kini
penulis kembali lagi hadir di tengah kesepian yang melanda masyarakat
imateriil. Kabar dari penulis adalah, dia sudah keluar lagi dari pekerjaan yang
bau-bau masalah keuangan itu sejak kemarin April.
Dan
kini penulis jadi semakin gila. Karena dia menjadi guru SD, bukan guru SD
biasa. Namun guru SD di pelosok negeri. Penulis saat ini sedang mengikuti
Gerakan Indonesia Mengajar. Seorang kapitalis yang taunya cuma membaca laporan
dan grafik-tabel keuangan, kini akan mengajar tentang membaca menulis dan berhitung
kepada anak-anak SD di daerah. Keren kan. Tolong bilang ‘Enggak!’.
Ah,
sayang namun, karena nantinya penulis akan tinggal selama setahun di SD yang
nun jauh di tepi Indonesia. Sepertinya masalah jaringan sinyal dan internetpun
sangat miskin. Bukan saatnya untuk mengeles atau bikin alasan lagi. Tapi
penulis janji akan terus menulis walaupun publikasinya akan sangat terlambat.
Cukup
sampai paragraf ini saja. Sebuah tulisan absurd yang sepele akan diakhiri.
Tulisan berikutnya akan kami isi dengan cerita-cerita selama perjalanan awal
penulis. Yang bermatamorfosis dari seorang akuntan menjadi guru.
Komentar
Posting Komentar