“Pak, lihat ini pohon Karet!” Seru muridku, Tedi, di suatu pagi. Kupandangi dengan seksama bentuk pohon yang ditunjukkan oleh muridku. Pohon ini masih kecil, tidak seperti kebanyakan pohon karet di hutan yang selalu di nakok [1] oleh masyarakat sini, di tempat Aku ditugaskan sebagai guru, di Talang [2] Tebat Rawas. Aku masih mengamati pohon muda itu sambil mendengarkan alunan instrumen ‘ Beginning of The Road ’nya Depapepe, berusaha mencari tahu apa yang sama dengan pohon karet yang sudah siap di nakok. Jepret! Suara kamera mengambil gambar yang diambil oleh muridku yang bernama Agus. Bak fotografer profesional, Agus mengambil foto pohon karet muda di hadapanku dari berbagai arah dengan berbagai posisi. “Lihat bentuk daunnya pak!”, Seru Agus mengambil perhatianku dari pengamatan pohon. Aha, itu jawabannya. Meski pohon ini masih muda, yang sama dengan pohon yang sudah besar adalah ciri daunnya. “Kalau yang ini pohon Nangka, Pak” Tedi berseru sambil men...
Bagaimana jika alasan manusia diturunkan ke bumi adalah untuk saling berbagi cerita? Dari satu cerita kita bisa merenung dan berpikir. Sebuah cerita dapat mengantarkan kebijaksanaan dan pencerahan dalam hidup ketika dibawakan dengan gurih dan renyah, seperti keripik keju krispi.