Langsung ke konten utama

Melodi Indah Kehidupan



Aku bukanlah pujangga seperti Chairil Anwar, maupun penulis yang mencintai alam raya layaknya Soe Hok Gie. Aku hanyalah pemuda yang merindukan kebahagiaan utopis dengan cara menulis. Namun jangan bayangkan tulisanku dapat disandingkan dengan tulisan Ayu Utami, Dewi Lestari bahkan Will Eisner sekalipun.

Namun satu hal yang Aku yakini dalam setiap huruf dalam kata, kata yang menggenapi kalimat-kalimat kecilku adalah wujud orisinalitas petik hidup dari kehidupanku. Seperti satu tahun kedepanku yang nampak akan sama dengan satu tahun yang dilalui Pengajar Muda sebelumku. Namun satu hal yang kuyakini akan menjadi hal yang berbeda di tahunku, adalah tentang bagaimana cara menikmati setiap detik dalam hari-hariku. Bukan tentang seperti apa ceritanya.

Layaknya petikan ‘Gymnopodie’ dari Depapepe, hidup itu berjalan lambat ketika awal memulainya, kemudian begitu mengasyikkan begitu memasuki melodi yang menyamankan gendang telinga. Sampai-sampai membuat waktu berjalan begitu cepat dan ingin rasanya memulai kembali dari awal.

Itulah gambaran dari awal Aku menginjakkan kaki di talang Tebat rawas, Rambang, Muara Enim. Kaku. Ragu. Tanpa ide.

Sampai melodi indah itu datang, yaitu ketika melihat senyum satu anak yang begitu murni. Hanya satu. Satu anak yang membuatku yakin bahwa lagu ini akan memberikan efek ketagihan pada sel otakku, seperti badai serotonin yang terjangkit akibat ecstaccy. Ketagihan untuk menikmati setiap melodi lagu, hingga penghujung lagu mampu membuatku ingin memutarnya kembali.

Dalam perjalanan setahun ini, Aku ingin menemui melodi indah lainnya. Dan Aku juga ingin, ingin sekali, menjadi melodi indah bagi talangku. Talang Tebat Rawas.

-Catatan Pengajar Muda di Muara Enim-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE ISLAMIC VERSION OF TRICKLE DOWN EFFECT’S THEORY

‘Trickle Down Effect’, adalah sebuah sistem perekonomian peninggalan para kapitalis, yang dianut oleh Indonesia sejak jaman Orde baru hingga saat ini. Sistem ini dianggap sebagai sistem perekonomian yang paling ideal untuk memajukan perekonomian suatu bangsa, karena pola ekonominya yang dianggap dapat menyejahterakan bangsa dari level atas hingga paling bawah. ‘Trickle Down Effect’ ini cukup terkenal dan dipakai oleh hampir semua negara maju di seluruh dunia. Untuk mempermudah memahami sistem ‘Trickle Down Effect’ ini, penulis akan jelaskan dengan sebuah cerita. Ada seorang pendaki gunung. Ketika dia sudah mencapai puncaknya, dia melihat ada 3 pendaki yang sedang bergelantungan di tepi tebing dan akan jatuh, hanya seutas tali mengikat 3 orang tersebut. Mereka cukup lelah untuk memanjat. Sang pendaki yang sudah dipuncak berniat menolong mereka bertiga, dengan menolong orang yang paling atas lebih dahulu. Berharap saat orang pertama sudah tertolong, dia akan membantu mengangka...

Kartini, Sebagai Sosok Atau Hanya Sebagai Alat Pencitraan

Siapa yang tak mengenal Kartini? Sosok wanita tangguh yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, Indonesia, 21 April 1879 – dan meninggal di Rembang. Nama panjangnya adalah Raden Ayu kartini, tapi semua orang mengenalnya dengan Raden Ajeng Kartini. Beliau mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan emansipasi wanita. Apa sih itu emansipasi? Mengapa diperjuangkan oleh Kartini. Emansipasi di sini berarti pembebasan dari belenggu. Sejak jaman Majapahit, sebelum Islam masuk ke Indonesia. Wanita masih dianggap sebagai makhluk yang lemah. Para raja pada jaman itu wajar bila memiliki puluhan selir. Wanita hanya dianggap sebagai benda, pemuas nafsu para lelaki dan mengerjakan hal-hal remeh di rumah. Kartini memperjuangkan bahwa wanita harus dimanusiakan, tidak diperlakukan layaknya benda. Terlebih lagi pada jaman Kartini muda, hanya para lelakilah yang boleh mendapatkan ilmu pendidikan. Wanita yang bisa meraih pendidikan hanyalah para wanita dari keturunan bangsawan. Itupun setelah si wanita selesa...

Dasar Cewek Matre(alitas)!!

Waah ketemu lagi dengan saya ya.. sekarang saya mau bahas tentang materialitas dalam audit nih, mungkin dah bisa temen-temen liat di judulnya. Hmm.. ini bukan tulisan tentang psikologi cinta atau tentang dunia seputar wanita lo (saya ga jago dalam hal itu hoho). Saya buat judul begitu biar menarik aja, jadi isi dalam tulisan ini murni bukan tentang wanita matre (yaa kecewa deh, kasian bagi para remaja yang udah keburu napsu masuk ke blog ini :p). Hmm.. kenapa dengan materialitas audit?, yak karena kemaren sabtu saya baru saja mengikuti seminar audit yang keren banget (mumpung ilmunya masih nyantol, langsung aja ta tulis di sini hehe). Seminar audit ini diselenggarakan oleh HMJ Akuntansi FE UII. Pembicaranya kemarin adalah bapak Alwi Syahri Ak. MM. dari KAP Ernst & Young, pokoknya spesial banget deh tapi ga pake telor. Bapak Alwi, beliau adalah  Equity partner  dari KAP Ernst & Young.  Equity partner  adalah posisi tertinggi di perusahaan KAP itu, ibarat...