Langsung ke konten utama

Postingan

Menguak Mitos Prinsip “Mengeluarkan biaya serendah-rendahnya memperoleh pendapatan setinggi-tingginya”

*Benjamin Ridwan Gunawan Sudah pada sering mendengarkan kalimat pada judul di atas? Orang-orang kita banyak yang suka cari gampangnya saja, pakai usaha sesedikit mungkin tapi inginnya dapat sebanyak mungkin. Contohnya apa? Melakukan Korupsi, suap, dan jalan pintas lainnya untuk mendapatkan pendapatan secara instant. Well, itu adalah hal yang tidak baik. Memang prinsip ekonominya jalan, namun sama sekali tidak memberikan manfaat buat orang lain, boro-boro manfaat, yang ada malah merugikan orang lain. Kalau di versi kampungnya contoh kegiatannya adalah dukun, atau ngepet. Ingin kerjanya sedikit tapi hasilnya banyak. Hahaha dah ga jamannya begituan, yang ada babi jaman sekarang pada disembelihin buat dijadiin tas atau jaket (hati-hati bagi temen-temen yang beli barang dari kulit, bisa jadi itu adalah kulit babi ngepet :P) Ada dua hal dalam prinsip ini, yang pertama adalah biaya, dan yang kedua adalah pendapatan. Biaya, adalah apa yang kita keluarkan untuk memperoleh p...

Stakeholder Oh Stakeholder, (Cerita Kasus Tentang Tanggung Jawab Perusahaan Motor Terhadap Meningkatnya Jumlah Motor Di Jogja)

Teori pemangku kepentingan, mungkin ada yang kurang paham dengan teori tersebut? Itu adalah teori tentang stakeholder (wah apalagi yang ini). Stakeholder adalah pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan di mana segala kebijakan yang dibuat oleh perusahaan dapat mempengaruhi keputusan dari para pihak stakeholder ini. Contohnya saja deh biar gampang, stakeholder dibagi menjadi dua macam, stakeholder pasar dan stakeholder non pasar. Stakeholder pasar adalah, karyawan, pemegang saham, pemasok, distributor, pelanggan (nah berarti anda juga termasuk pemangku kepentingan di sini karena anda juga seorang pelanggan dari suatu produk). Stakeholder non pasar bentuknya adalah pemerintah, komunitas alam, lembaga swadaya masyarakat, dan media. Mereka adalah bagian dari stakeholder, namun hubungan mereka terhadap perusahaan tidak berpengaruh secara langsung. Dalam tulisan ini saya ingin share tentang teori pemangku kepentingan ini terhadap perusahaan motor yang sedan...

Dasar Cewek Matre(alitas)!!! *Revisi

*Tulisan ini adalah revisi dari tulisan sebelumnya dengan judul yang sama karena ada beberapa hal subtantif yang kurang tepat pada tulisan sebelumnya. Materialitas, mungkin sudah bisa anda lihat dari judulnya, yang pengucapan sebenarnya adalah materialitas. Materialitas yang dimaksud di sini bukanlah tentang cewek matre yang sering kita ketahui dalam tulisan tentang psikologi cinta atau dunia seputar wanita (saya tidak jago dalam hal itu). Saya buat judul seperti di atas sebenarnya biar menarik saja, jadi saya mohon maaf bila isi dalam tulisan ini murni bukan tentang wanita matre. Maaf bagi yang sudah tertipu keburu nafsu masuk ke tulisan ini). Tapi saya berharap isi dari tulisan ini akan memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi anda semua. Selamat menikmati. Hmm.. Mungkin ada yang bertanya, mengapa tulisannya membahas tentang materialitas audit ya? Seperti tidak ada tema yang lain saja. Atau ada yang berfikir, “Ah.. Pasti isinya teori yang membosankan”. Di sini saya hanya ingin ...