Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Kartini, Sebagai Sosok Atau Hanya Sebagai Alat Pencitraan

Siapa yang tak mengenal Kartini? Sosok wanita tangguh yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, Indonesia, 21 April 1879 – dan meninggal di Rembang. Nama panjangnya adalah Raden Ayu kartini, tapi semua orang mengenalnya dengan Raden Ajeng Kartini. Beliau mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan emansipasi wanita. Apa sih itu emansipasi? Mengapa diperjuangkan oleh Kartini. Emansipasi di sini berarti pembebasan dari belenggu. Sejak jaman Majapahit, sebelum Islam masuk ke Indonesia. Wanita masih dianggap sebagai makhluk yang lemah. Para raja pada jaman itu wajar bila memiliki puluhan selir. Wanita hanya dianggap sebagai benda, pemuas nafsu para lelaki dan mengerjakan hal-hal remeh di rumah. Kartini memperjuangkan bahwa wanita harus dimanusiakan, tidak diperlakukan layaknya benda. Terlebih lagi pada jaman Kartini muda, hanya para lelakilah yang boleh mendapatkan ilmu pendidikan. Wanita yang bisa meraih pendidikan hanyalah para wanita dari keturunan bangsawan. Itupun setelah si wanita selesa...

Kisah Empat Malaikat Mengenai Kebenaran

Pada awal pertama galaksi terbentuk. Saat itu masih belum ada manusia yang tinggal di planet Bumi. Jangankan ditinggali, planet bumi pada saat itu saja belum diketahui apakah bisa ditinggali oleh manusia atau tidak. Ketika itu Tuhan mengirimkan empat malaikat untuk men-survey planet Bumi. Mereka dikirim untuk mengetahui apakah planet bumi pantas untuk ditinggali oleh manusia atau tidak. Dan berangkatlah empat malaikat itu ke bumi. Empat malaikat tersebut sampai ke bumi, tapi mereka berempat terpencar di setiap belahan bumi. Malaikat yang pertama mendarat di atas lautan. Sang malaikat pertama tersebut masuk kedalam air laut, mengamati bentuk laut itu, merasakan dinginnya air laut. Begitu basah dan dingin. Malaikat yang kedua sampai di atas sebuah gunung berapi yang aktif. Malaikat mengamati lahar yang meluap keluar dari gunung tersebut. Merasakan betapa panas dan gerahnya tempat tersebut. Malaikat ketiga turun di padang pasir yang begitu luas. Malaikat berjalan mengitari hamparan pad...

Kesuksesan Adalah Bagian Dari Nilai Kebahagiaan

Kesuksesan Adalah Bagian Dari Nilai Kebahagiaan “Everyone dreaming to become success, but after human get the success they are still not get the happiness. Because success is the little part of the happiness” Aku dilahirkan di kota yang megah dan modern, Jakarta. Sejak kecil Aku telah mendapatkan berbagai macam fasilitas ataupun mainan yang tak didapat oleh anak-anak di desa. Aku dibesarkan dengan hanya memiliki seorang Ibu yang yang sangat sibuk. Berangkat kerja dari pagi buta, dan pulang tengah malam. Sampai Aku terkadang lupa bagaimana rupa Ibuku. setiap pagi sebelum Aku bangun pagi, Ibu sudah berangkat kerja. Dan saat malam Aku tidur Ibu masih belum juga pulang sampai Aku tidur terlelap, akhirnya Ibu pulang. Aku yang masih kecil tidak tahu apa-apa. Tidak tahu apa yang harus kuperbuat, atau apa yang harus kukatakan pada Ibu. Ibu menafkahi keluarga kami, Ibu adalah seorang wanita tangguh yang sangat hebat. Aku sayang Ibu dan Aku yakin Ibu juga sayang Aku. Aku masih ingat betul, it...

Cacing dan Kotoran kesayangannya

-Ajahn Brahm- Sebuah buku luar biasa berisikan 108 cerita yang menyentuh, menggelikan dan inspiratif. Cerita-cerita yang ada di dalamnya ada yang berasal dari kisah perjalanan hidup penulis sendiri dan sebagian merupakan pengalaman dari orang lain. Merupakan buku yang nikmat untuk dibaca pada waktu sedih, galau maupun bimbang. Kisah-kisahnya mampu membangkitkan semangat hidup dan membaginya kepada orang lain. Terbagi dalam 11 bab yang masing-masing memiliki tema tersendiri. Disesuaikan dengan kebutuhan emosional anda sendiri. Bab pertama, kesempurnaan dan kesalahan. Berisikan 10 cerita mengenai arti kesempurnaan bagi si penulis. Diceritakan dalam salah satu kisahnya tentang sebuah bangunan yang terdiri dari 1000 batu bata. 998 buah batu bata tersusun secara sempurna, dan dua batu bata yang tersusun jelek. Sang pembuat bangunan hendak menghancurkan bangunan tersebut demi membuat ulang bangunan yang lebih sempurna. Namun tanpa adanya dua bata tersebut, sungguh 998 bata yang lain jadi ...