Forgiven-Yang tak terlupakan
-Morra Quatro-
“Aku bahagia memiliki mimpi. Dan bila
Aku tak berhasil menggapai mimpiku, Aku akan tetap bahagia”
Ini mungkin menjadi salah satu makna
yang dalam. Makna yang diperoleh dari membaca novel “Forgiven-yang tak
terlupakan.” Yang mengisahkan tentang seorang gadis. Gadis yang jatuh cinta
pada seseorang gila Fisika. Penggemar berat Albert Einsten. Seorang yang
memiliki mimpi meraih gelar nobel.
Kisah cerita yang sulit ditebak. Novel
cinta dan mimpi yang sangat memukau. Memiliki makna yang dalam. Dan
unpredictable. Bagi penggila cerita novel yang flip-ending (susah ditebak
alurnya), novel ini sangat dirokemendasikan.
Prologue
Prologue novel yang dimulai dari
pertemuan dua sahabat sejak SMA. Yang sudah tak bertemu selama sebelas tahun.
Will, sang gila Fisika. Dan Karla, seorang gadis yang lincah dan cerdas. Bagian
awal cerita yang berlatarkan di sel penjara. Pertemuan kembali, Will dan Karla
yang telah bertahun-tahun lamanya tak berjumpa. Will, yang sedang dalam posisi
ditahan. Berjumpa lagi dengan Karla. Memulai percakapannya tentang kehidupan
mereka masing-masing. Kisah keluarga Will. Keluarga Karla. Dan tentu saja
sedikit mengungkit masa lalu mereka. Alur cerita dilanjutkan dengan flashback
ke masa sebelas tahun silam. Masa-masa indah mereka, yaitu masa SMA.
Masa SMA
Will yang memiliki seorang kakak.
Kakak lelaki yang jenius Fisika. Mengenalkan padanya Albert Einsten. Teori
relativitas. Kekekalan energi. Dari kakaknya, Will kecil ikut menjadi
tergila-gila dengan Fisika. Berambisi mengikuti jejak kakaknya yang kuliah di
MIT Amerika. Sekolah Teknik terbaik sedunia.
Sedari SMA, Will telah menunjukkan
kecintaannya pada ilmu pasti. Sangat suka berlama-lama di laboratorium Fisika.
Pada saat semua temannya bermain di luar dan nongkrong. Will sibuk mengutak
atik benda-benda elektronik.
Will, adalah pria yang tenang dan
jenius. Dia digilai oleh remaja putri di SMA nya. Bahkan wanita terpopuler di
sekolahnya ikut menggilai Will.
Karla adalah sahabat Will, sering
mereka bermain bersama. Belajar bersama juga. Mereka memiliki geng, tidak hanya
Will dan Karla saja. Namun satu-satunya wanita dalam geng tersebut hanyalah
Karla.
Lomba Fisika
Di dalam geng tersebut, Karla sangat
menyadari betul perasaan nyamannya terhadap Will. Walaupun Karla tidak tahu
banyak tentang kehidupan Will. Paling hanya tahu bahwa Will hanyalah ramaja
autis yang gila Fisika. Perawakan Will yang misterius menjadi daya tarik
tersendiri bagi Karla.
Will bukanlah anak SMA yang selalu
ranking di kelasnya. Dia hanya mecintai Fisika dan Matematika. Dia tidak suka
pelajaran Bahasa bahkan ilmu Geografi. Itu sebabnya dia jarang dikenal temannya
sebagai anak jenius. Karena hanya pada ilmu Eksaklah dia berfokusnya.
Hingga suatu hari Will, diberitahukan
kepala sekolahnya. Bahwa dia menjadi wakil dari sekolahnya. Untuk mengikui
olimpiade Fisika di Brussel, Belgia.
Will, telah berkali-kali ikut
olimpiade. Dan membawa kemenangan tentunya. Dan kali ini semua orang yakin.
Kemenangan akan kembali diperolehnya.
Saat sebelum keberangkatan, Will dan
Karla jadian. Tidak tahu apakah ini beneran atau tidak. Karena Karla sendiri
tak menyadarinya. Ini ulah Will. Dia membiarkan gosip mereka pacaran menyebar
begitu saja. Will menikmatinya, sebenarnya Will pun juga diam-diam menyukai
Karla. Namun semua itu terpendam dalam dirinya tertutup oleh kegilaannya pada
Fisika.
Satu minggu sebelum Will berangkat
Olimpiade. Will mengalami musibah besar dalam hidupnya. Mata Will tiba-tiba
tidak bisa melihat. Mata cerah yang bersinar. Mata yang dimiliki Will. Mata
bersinar yang selalu dikagumi oleh Karla. Pada hari itu begitu redup. Gelap.
Dan sangat tak hidup.
“Percayalah padaku, semua akan
baik-baik saja” Will mengatakannya sambil memegang pipi Karla. Memastikan tak
ada air mata yang jatuh di wajah kekasihnya itu. Yang sebenarnya terjadi, Karla
mati-matian menahan air matanya keluar. Agar Will tidak ikut bersedih.
Hari-hari terakhir sebelum Olimpiade,
mata Will kembali normal secara ajaib. Will berangkat. Dan pulang kembali
dengan membawa medali emas.
Kelulusan
Ternyata mata Will tidak benar-benar
sembuh. Saat Will berangkat olimpiade, matanya hanya sembuh sementara. Kebutaan
itu hanya implikasi saja. Implikasi dari penyakit yang lebih parah. Ternyata
Will mengalami kanker otak. Namun Will tidak pernah menceritakannya kepada
teman-temannya. Bahkan Karla sekalipun.
Saat kelulusan SMA, masing-masing
orang berangkat menuju mimpinya. Karla akan kuliah di Amrik bersama Ayah
tirinya. Sejujurnya Karla sangat sedih berpisah dengan teman-temannya. Berpisah
dengan Will. Will akan melanjutkan kuliahnya di MIT. Tempat kakaknya kuliah.
Tapi Will tidak akan berangkat kuliah di tahun tersebut. Will akan tetap di
Indonesia untuk beberapa saat. Mungkin untuk menjalankan terapi. Dan semua
rencana tersebut juga tak pernah diceritakannya. Diceritakan kepada Karla.
Seusai upacara kelulusan, Karla
berangkat ke Australia. Tempat Ayah kandungnya, untuk menjalani masa training.
Untuk latihan adaptasi kuliah di luar negeri.
Will, Where are You?
Tiada hari tanpa didampingi rasa rindu
yang dalam. Rasa rindu kepada Will. Sebelum berangkat ke Australia, memang
Karla tidak berjodoh menemui Will. Karla berusaha keras menghubungi Will.
Mendatangi rumahnya. Namun Will seolah-olah lenyap. Ditelan bumi. Hilang dari
peredaran tata surya.
Hingga suatu hari. Saat Karla sedang
di apartemen Ayahnya. Sendirian, dan sedang terserang penyakit demam akut.
Tidak ada seorangpun yang menolong. Tak ada dokter. Saat itulah, Will tiba-tiba
hadir di depan mata Karla.
“Karla, I’ve found you”. Ucap Will
tiba-tiba. Mendadak muncul begitu saja. Muncul dan memancarkan sinarnya
kembali. Sinar yang menyinari gelapnya rasa rindu Karla padanya.
Berhari-hari kemudian. Will mengisi
kekosongan dalam hati Karla. Will ikut tinggal sementara di Australia. Mereka
memang akan kuliah bersama di Amerika. Will kuliah di MIT, Boston. Tempat
elitnya semua universitas ada di sana. Harvard, Yale, Princeton dan MIT
tentunya. Sedangkan Karla kuliah di Philadelphia. Setengah jam dari Boston.
Will akan kuliah di MIT. Tempat
kuliahnya para elit teknik sedunia. Will memiliki mimpi besar. Meraih
penghargaan nobel. Nobel atas ilmu Fisika tentunya. Dengan mata bersinar yang
dimiliki oleh Will. Karla yakin, Will mampu meraih kebahagiaannya.
“Kamu pasti diterima di MIT,” kata
Karla pada Will.
“You
think so…?” Jawab Will
“kamu pasti senang bila diterima kan?”
“Aku tetap senang biarpun nggak
diterima.”
Ini adalah bagian dari ketulusan Will
akan makna kebahagiaan. Dia menyadari betul apa hasrat dalam hidupnya. Apa yang
menjadikan dirinya bahagia. Will sudah cukup bahagia. Bisa bertemu Karla.
Bertemu dengan kakaknya nanti di Boston. Dan mengerjakan sesuatu yang
dicintainya. Will bahagia, bahkan sekalipun mimpinya tidak tercapai. Ini adalah
salah satu makna akan arti dari kebahagiaan. Yang nantinya akan lebih berasa
pada bagian epilogue dari novel ini.
Say
Goodbye
Setelah Will berangkat lebih dahulu ke
Amerika. Will berjanji akan menghubungi Karla. Dan benar, Will menepati
janjinya. Mereka terus berkomunikasi dengan baik. Saling menjaga hubungan
mereka. Mereka saling jatuh cinta.
Hingga saat kedatang Karla. Untuk
mengunjungi Will di kediamannya, di Boston. Di sini adalah bagian yang tidak
terkira. Karena saat Karla berhasil menemui Will. Setelah pertemuan terakhir di
Australia beberapa bulan yang lalu. Will mengalami perubahan pada sikapnya.
Hawa dingin dipancarkan oleh Will pada Karla, kekasihnya. Pada bagian inilah
Will meminta untuk berpisah dengan Karla.
“Karla, kamu jangan datang ke Boston
bulan depan, ya.” Ujar Will
“Why…?”
“I
can’t see you.”
“Why…?
You got someone else?”
Will, memandang wajah Karla. “Yeah. I’ve got someone else.”
Why You Must Read It!
Kenapa novel ini sangat recommended.
Karena dalam novel ini, pembaca akan banyak diberi kejutan yang tak terkira.
Dari hubungan percintaan Will dan Karla yang begitu misterius. Dan penuh
dinamika. Saat akhirnya Will dan Karla bersatu kembali di Australia. Tiba-tiba
Will memutuskannya di Boston beberapa bulan kemudian. Dan bagaimana Will bisa
bertemu lagi dengan Karla dalam setting penjara. Apa yang terjadi selama Will
berpisah dengan Karla. Bagaimana impian Will dalam meraih penghargaan nobel.
Bagaimana penyakit kanker yang diderita Will. Bagaimana penulis menceritakan
makna kebahagiaan yang begitu dalam di novel ini. Novel ini sangat cocok buat
kamu yang suka cerita romansa yang susah ditebak alurnya. Kisah tentang mimpi
dan pengejarannya.
Enjoy
It!
Komentar
Posting Komentar