Hey
my brother. How about you now? Do you feel great now? Feel amazing? Awesome? Or
excellent? Like I feel now.
Aku
20 tahun yang lalu ini bukanlah siapa-siapa. Ya, bukanlah siapa-siapa. Tapi
lihat dirimu sekarang, kini Kau telah sukses. Telah Kau penuhi janjimu kepada
Ibumu yang telah lebih dahulu berangkat ke surga. Apakah Kau masih rindu
padanya, ya Aku masih rindu dengan ibu, kuharap Kau masih merindukkannya juga
seperti Aku.
20
tahun kawan, 20 tahun yang lalu kutulis surat ini untuk Diriku sendiri di masa
depan, 20 tahun setelah surat ini kutulis. Akan banyak orang yang membaca surat
pribadi ini, tapi kuharap 20 tahun, tidak akan melewatkan pertemuan antara
dirimu dengan surat ini.
Mengapa
surat ini kutulis? Ini bukanlah sebuah keisengan kawan, ini bukanlah perbuatan
konyol yang sia-sia. Aku khawatir dengan dirimu di masa depan. Aku khawatir Kau
telah melupakan Janji kita 20 tahun yang lalu. Kau yang telah sukses sekarang,
Kuharap masih mengingat Almarhum ibu Kita (ibuku), masih menyayangi Kakakmu
(Nita Rusdiana), dan jangan lupakan janjimu untuk membahagiakannya, dialah
satu-satunya saudaramu kawan, satu-satunya. Ada mantan pacar, ada mantan istri,
tapi tidak ada namanya mantan keluarga, mantan kakak. Dialah kakakmu
satu-satunya.
Bagaimana
dengan impianku yang ingin menjadi CEO terbaik sedunia kawan? Terima kasih Kau
telah mewujudkannya, Kau orang yang sangat kaya sekarang. Kau juga telah
memenuhi impianku membangun puluhan masjid, membangun sekolah dan rumah sakit
terbaik di dunia ini dengan tujuan kemanusiaan dengan biaya yang sangat
terjangkau. Kau juga telah mewujudkan bisnis impianku, bisnis di bidang
perairan, transportasi dan pertanian.
Kau
buat dunia ini menjadi lebih baik dari 20 tahun yang lalu, ya 20 tahun yang
lalu, yaiu saat kutulis surat ini untukmu kawan, Diriku 20 tahun yang akan
datang, yaitu Kau sekarang yang sedang membaca suratku.
Hebat
sekali kini kau telah memperoleh gelar CEO terbaikmu, gelar Nobelmu, Sarjana S2
terbaikmu di Universitas terbaik di dunia, dan gelar Doktormu yang juga kau
peroleh di negara idolamu menuntut ilmu, BJ Habibie.
Aku
ucapkan selamat atas perananmu yang telah membuat dunia ini menjadi lebih baik,
permasalahan Global Warming yang kini semakin jelas solusinya, Kau
tuntaskan kemiskinan dan kebodohan di negaramu tercinta, Indonesia, dan juga
Kau wujudkan impianku membangun perpustakaan termegah dan terlengkap di Dunia
yang Kau bangun di Indonesia. Wonderful kawan, Wonderful!
Aku
bangga telah menjadi masa lalumu, 20 tahun waktu berjalan, Kau ubah diriku dari
Nothing menjadi Something, Kau ubah Diriku dari Nobody
menjadi Somebody, The Most Important Somebody In The World.
Kawan,
Aku sebenarnya khawatir, apakah Engkau masih memiliki sifat rendah hatimu yang
masih kumiliki ini? Atau sudah memudar menjadi sosok yang Arogan. Ingatlah
kawan, kita semua ini manusia, sehebat apapun dirimu sekarang, kita tetaplah
sama di mata Tuhan, Sang Pencipta Manusia dan Alam Semesta beserta isinya ini.
Ingatlah
selalu kawan, bahwa suksesmu di dunia ini hanya sementara, masih ada kehidupan
setelah dunia ini, yaitu akhirat. Teruslah menabung untuk dunia akhiratmu
kawan.
Kawan,
surat ini kuyakin akan Kau baca 20 tahun setelah kutulis surat ini untukmu.
Kuyakin Kau akan mengerti mengapa surat ini kutulis untukmu.
Aku
ingin Kau mengingatku lagi. Walaupun masa lalu hanyalah cerita, tapi tetaplah
ingat masa lalumu, karena dari masa lalu Kau bisa mempelajari mana yang benar
dan buang mana yang buruk.
Ingatlah
selalu kawan untuk menjadi manusia yang bertoleransi, Aku masih bisa bertoleransi
karena Aku masih bukan siapa-siapa seperti Kau sekarang. Kau orang yang hebat,
berpengaruh dan banyak orang mengikutimu. Kau berprestasi dan kau mengagumkan.
tapi ingatlah selalu nilai-nilai yang Kau miliki saat masih menjadi Aku. Nilai
Toleransi, kesabaran, Kejujuran, Kerendahan hati dan yang utama, jangan Kau
tinggalkan nilai-nilai agamamu.
Apakah
Kau ingat wahai Kawanku, Mereka yang ahli fitnah itu merencanakan kehancuran
dunia dengan menjauhkan orang-orang hebat sepertimu dari agamamu. Dengan kau
jauh dari agamamu, maka mereka akan merasa senang, karena kehidupanmu telah
memasuki dari bagian rencana mereka, yaitu menjadikanmu budak Dunia, sang
kafir.
Ingatlah
kawanku yang telah menjajakkan kakimu di Bulan dan planet Mars, bahwa hidup ini
hanya sementara, masih ada akhirat setelah dunia yang sementara ini.
Bawalah
dirimu selalu di jalan Allah, dan jangan lupa ajak keluargamu. Istrimu yang
begitu menawan, semua lelaki di dunia ini begitu iri dengan keberuntunganmu
memiliki istri bak bidadari dari surga itu, ajaklah juga dirinya berjalan di
jalan yang sama dengan dirimu. Agar kelak, dirinya dapat terus bersamamu sampai
di akhirat.
Wahai
Kawanku, mungkin Kau lupa kapan dirimu menulis ini. Tapi jujur ini adalah
tulisanmu sendiri 20 tahun yang lalu. Ingatlah isi surat ini kawan, pegang lah
nilai-nilai yang mungkin mulai memudar dalam keadaanmu yang kini serba sukses.
Ingatlah kembali wahai kawanku, bahwa Kau akan bahagia di Dunia dan juga
Akhirat, bersama para keluargamu dan orang-orang terdekatmu.
Salam
Batin
Diriku
20 tahun yang lalu
Ridwan
Gunawan
ps:
20 tahun dari sekarang, berarti tahun 2031, bagi siapapun yang masih menyimpan
atau mengetahui surat ini, tolong sampaikan kepada diriku bila Aku telah
menjadi manusia yang khilaf.
Komentar
Posting Komentar