Warren Buffet, orang terkaya di dunia
kedua! Actually at 2009. orang super kaya ini terlahir dengan kemampuan
bermain saham yang begitu apik. Murid didikan sang legenda saham, Benjammin
Graham ini membuktikan ajaran gurunya pada dunia masa kini dengan menjadi salah
satu orang terkaya di jagat bumi ini!
Sudah banyak teman-teman yang sekarang
bermain saham, dari orang tua, hingga yang muda. Sepupu saya saja yang masih
SMA sudah jadi broker saham, WAW! (Sok dramatis).
Namun banyak juga kisah kelam dari
jenis investasi yang mampu mengangkat Warren Buffet ini menjadi jajaran orang
terkaya di permukaan bumi ini. Banyak yang jatuh berguguran, alias bangkrut
dari bisnis ini. Why?
Investasi saham mengklasifikasikan
pemainnya menjadi dua jenis, yeah saya ulangi lagi, menjadi dua jenis (Mau
diulang lagi yang ketiga kalinya? Saya kira tidak perlu).
JENIS PEMAIN SAHAM
1. Spekulan, atau bahasa Las vegasnya
penjudi, atau bahasa jawanya Gambler.
2. Investor.
Apa bedanya antara spekulan dengan
Investor dalam hal investasi saham ini? Benjammin Graham pernah berkata,
"Investasi saham merupakan kumpulan informasi yang didapat dari berbagai
analisis dan perhitungan yang matang sehingga dapat diambil sebuah keputusan
yang tepat, pemain saham yang tidak melakukan hal tersebut disebut sebagai
spekulan".
Apakah anda tahu, ajaran Benjammin
Graham ini sudah banyak dilupakan oleh para pemain saham masa kini. Mereka
bermain saham demi keuntungan jangka pendek semata, Laba, Gain atau uang
segar. Apapun itu, pemain saham sekarang ini banyak yang melupakan ajaran-ajaran
utama benjammin Graham, yang kini masih terus dilestarikan oleh muridnya,
Warren buffet.
Investasi saham itu bukanlah sekedar
berinvestasi dan besok anda menjadi kaya, tapi bermain saham harus dibayangkan
sebagai anda adalah sang pemilik bisnis dari saham yang anda beli.
Bermain saham tidak hanya sekedar
menganalisis laporan keuangan perusahaan, perusahaan itu merupakan jenis bluechip
atau bukan. Tidak seenteng itu, Benjammin Graham mengajarkan agar kita
menganalisisnya secara matang, dan ambil keputusan secara bijaksana.
Teknik Investasi Benjammin Graham (yang kini terus dilestarikan oleh
Warren Buffet)
Ada tiga analisis yang harus dilakukan
sebagai pemain saham, dua analisis dasar yang diajarkan di kurikulum kita dan
satu analisis yang muai ditinggalkan para pemain saham masa kini.
1. Analisis Teknis, Pelajari laporan
keuangan dan lapoiran tahunan perusahaan yang akan di investasikan, pelajari
laporan tersebut 5 sampai 8 tahun kebelakang. Menurut Benjammin Graham,
pelajari semua laporan tahunan dari semua perusahaan yang listing yang sejenis.
Misal, anda mau berinvestasi di bisnis manufaktur, dan terdapat 200 perusahaan
yang listing, maka pelajari 200 laporan perusahaan manufaktur tersebut
masing-masing 5-8 tahun kebelakang. Makanya Warren Buffet pernah bergumam
investasi saham jaman sekarang makin rumit dengan bertambahnya perusahaan yang
listing.
Berat? Yeah inilah yang dilakukan
Benjammin Graham dan Warren buffet, kalau anda ingin sesukses mereka cobalah
hal ini.
2. Analisis Fundamental, Laju
perekonomian perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh sektor ekonomi saja,
kondisi sosial, kondisi militer dan politik negara juga dapat mempengaruhi laju
perusahaan. Bacalah koran setiap hari, bacalah lingkungan bisnis perusahaan
yang anda investasikan settiap waktunya.
INGAT: Investai saham bukan sekedar
investasi, tapi bayangkan anda sebagai pemilik bisnis dari perusahaan yang anda
beli sahamnya.
3. Analisis Kualitas Manajemen,
sebenarnya analisis yang ketiga ini bukan original temuan Benjammin Graham.
Namun dari guru kedua Warren Buffet, Philip Fisher. Analisis ini menerangkan
bahwa membaca kondisi perusahaan tidak bisa hanya secara kuantitas saja. Dan
juga tidak cukup dengan membaca kondisi lingkungan di mana perusahaan itu
berdiri. Baca juga kualitas manajemen dari perusahaan yang anda investasikan.
Pelajari kehandalan manajemen perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Apakah
tim manajemen merupakan tipe monoton atau tipe inovatif.
Menurut Philip Fisher, perusahaan
dengan kualitas manajemen yang handal, mampu melewati masa krisis. Dalam
kondisi sosial-politik-ekonomi negara sekacau apapun, perusahan akan terus
bertahan dan mampu melampauinya.
Sekali lagi Saya INGATKAN: Investai
saham bukan sekedar investasi, tapi bayangkan anda sebagai pemilik bisnis dari
perusahaan yang anda beli sahamnya.
Satu hal lagi, Warren Buffet bukanlah
tipe pemain saham short-term. Beliau menginvestasikan sahamnya pada
perusahaan-perusahaan pilihan (yang telah dianalisis habis-habisan tentunya)
dengan saham kepemilikan mayoritas, beliau mengimajinasikan dirinya sebagai
pemilik bisnis tersebut dan mempercayai sahamnya untuk jangka yang sangat
panjang.
Bagaimana Warren Buffet bisa kaya?
Beliau kaya dari dividen yang
diperolehnya, karena saham yang dimilikinya adalah saham preferen dan mayoritas
(ingat, atas kepemilikan saham preferen maka anda memperoleh hak dividen dari
perusahaan).
Beliau juga memiliki perusahaan jasa
keuangan Berkshire Hathaway, membantu orang-orang kaya lainnya untuk
berinvestasi, dan memperoleh bagian persentase laba dari perusahaan tersebut.
Melalui Berkshire Hathaway, Warren
Buffet juga membeli perusahaan-perusahaan yang hampir bangkrut dan
menjayakannya kembali, tapi bagaimana caranya? Sama persis dengan tiga analisis
yang saya paparkan di atas.
Terima kasih sudah membaca, semoga
bermanfaat! :)
Komentar
Posting Komentar